INI DIA 3 HIJABERS PENULIS MUDA YANG PANDAI BERBAHASA ASING

Selain cantik dan berbakat, ketiga hijabers masa kini ini menguasai Bahasa Asing.

1. BEBY MULYONO

Beby Mulyono

Salsabila Rahmanisa atau yang lebih dikenal dengan Beby Mulyono, adalah seorang penulis skenario muda. Beby mengawali karirnya sejak usia 16 tahun. Saat itu dia berperan sebagai translator skenario bagi aktor Shaheer Sheikh. Dari sanalah, Beby mulai mendalami dunia kepenulisan skenario.

Dara kelahiran Jakarta, 25 Januari 2019 ini mulai menjadi co-writer skenario sejumlah sinetron terkenal di tanah air. Sebut saja Surga yang Kedua, Naila, Surga yang Tak Dirindukan The Series dan lain sebagainya. Mengaku lebih mudah baginya menuangkan perasaan dengan Bahasa Inggris, saat ini Beby tengah mempersiapkan buku pertamanya yang berjudul “It Hurts But It’s Okay”. Buku itu berisi cerita, puisi dan quotes dalam Bahasa Inggris.

influencer muda yang bisa diikuti lewat instagram @xoxobeby ini, juga menguasai Bahasa Korea. Selain itu, Beby juga cukup mengerti Bahasa Belanda dan Bahasa Arab. Dara cantik yang juga menyukai travelling ini, berkeinginan untuk bisa menguasai 5 bahasa saat usianya 25 tahun. 

2. GITA SAVITRI

Gita Savitri

Gita Savitri merupakan salah satu influencer muda yang jadi inspirasi banyak orang. Gita sering memberikan opini-opininya mengenai berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat. Namun, Gita tetap menggunakan gaya bahasa khas anak muda. Itulah yang membuat Gita banyak diidolakan anak muda saat ini. Selain Bahasa Inggris, Gita sangat fasih berbahasa Jerman. Itu semua karena sejak 18 tahun Gita sudah tinggal di Jerman untuk meneruskan pendidikannya.

Gita sempat menerbitkan sebuah buku yang berjudul “Rentang Kisah”. Buku ini diterbitkan oleh penerbit Gagasmedia. Berkisah mengenai kehidupan Gita selama berada di Jerman. Rencananya buku yang diterbitkan oleh Gagasmedia ini akan diangkat ke layar lebar.

Gita merupakan lulusan Freie Universitat Jerman. Selain menulis, Gita juga senang bernyanyi, dan pandai menggambar. Hasil karyanya Gita bagikan dalam channel youtube dan juga instagramnya (@gitasav)

3. SRI IZZATI

Sri Izzati merupakan penulis yang pernah mendapatkan rekor MURI sebagai penulis termuda pada usianya yang baru menginjak 10 tahun. Sri merupakan penulis seri Kecil Kecil Punya Karya di penerbit Mizan. Beberapa karya Sri Izzati adalah novel Let’s Go, Fatimah dan Kumpulan Cerpen Jempolan. Sudah bukan lagi penulis cilik, saat ini dara bernama lengkap Sri Izzati Setyo Soekarsono ini juga sempat menerbitkan karyanya.

Selain Bahasa Inggris, dara lulusan Universitas Indonesia ini juga menguasai Bahasa Spanyol.

Nah, itu dia 3 hijabers cantik, yang bukan hanya penulis muda dan influencers, juga punya kemampuan berbahasa di atas rata-rata. Semoga kalian yang membaca, bisa semakin terinspirasi sama mereka ya….

It Hurts But It’s Okay

Beby Mulyono dengan bukunya It Hurts but It’s Okay

Ada banyak karya yang terlahir dari patah hatinya seorang pencipta. Sebut saja Taylor Swift, seorang penyanyi dan pencipta lagu yang terkenal dengan lagu-lagunya tentang cinta yang kandas. Buku “It’s Hurts But It’s Okay”, menjunjung spirit yang sama. Buku pertama karya Beby Mulyono ini, berkisah mengenai berbagai kegalauan dan kegetiran, saat hati harus terluka.

Sebuah Buku yang Terlahir dari Hati yang Terluka

Dikemas dengan apik dan menarik, buku karya gadis berusia 20 tahun ini menggambarkan berbagai sisi menarik dari indahnya patah hati. Aneka quotes sendu yang begitu mengena mengisi sebagian besar buku ini. Namun bukan hanya itu. Berbagai puisi dan cerpen-cerpen indah sekaligus menyakitkan juga mendapatkan porsinya di sini. Ilustrasi menarik yang dikemas full colour membuat pembaca akan semakin larut di dalamnya. Pasti, akan ada banyak orang yang bisa merelasikan dirinya, dengan sedikit banyak bagian di buku ini.

“It Hurst but It’s Okay” memang dikemas menggunakan Bahasa Inggris. Hal ini karena gadis kelahiran Jakarta, 25 Januari 1999 ini memang merasa lebih mudah mengekspresikan perasaannya dengan Bahasa Inggris. Beby memang lebih banyak berkomunikasi dalam Bahasa Inggris sejak kecil.

Seperti isi bukunya, demikian juga isi hati Beby Mulyono. Buku ini memang terlahir dari kegalauan hati gadis penyuka Drama Korea ini. Berawal dari sekadar oret-oretan untuk menumpahkan isi hati, sang Mama pun mendukung Beby untuk membukukan tulisan-tulisannya ini.

“It Hurts but It’s Okay” memang merupakan buku pertama Beby. Namun, gadis yang diikuti hampir 19 ribu followers di instagramnya ini, sudah tidak asing lagi dengan dunia kepenulisan. Beby beberapa kali menjadi co-writer dalam menulis naskah sinetron-sinetron terkenal. Beberapa di antaranya adalah : Nayla, Surga yang Tak Dirindukan (sinetron), Cinta di Langit Taj Mahal dll.

Lantas pesan apa yang bisa kita dapatkan dalam buku ini? Hal ini bisa digambarkan dengan satu kutipan dalam buku “It’s Hurts but It’s Okay” ini. In the end, everything will be okay. Buku ini akan menyemangati jiwa-jiwa pembaca yang galau. Bahwa rasa sakit itu bisa dinikmati. Harus dinikmati. Karena pada akhirnya, semua akan baik-baik saja.

Sosok Beby sendiri bukan hanya sebagai penulis. Dia merupakan social media influencer yang senang traveling dan seorang fashion enthusiast. Hal-hal menarik dari Beby bisa dilihat aktivitasnya di akun instragram https://www.instagram.com/xoxobeby

Lebih lanjut Beby pun menceritakan tentang proses buku It’s Hurts But It;s Okay pada video yang diambil dari channel youtube berikut ini.

Interview Beby Mulyono di wartabuana tentang buku “It Hurts But It’s Okay”