It Hurts But It’s Okay

Beby Mulyono dengan bukunya It Hurts but It’s Okay

Ada banyak karya yang terlahir dari patah hatinya seorang pencipta. Sebut saja Taylor Swift, seorang penyanyi dan pencipta lagu yang terkenal dengan lagu-lagunya tentang cinta yang kandas. Buku “It’s Hurts But It’s Okay”, menjunjung spirit yang sama. Buku pertama karya Beby Mulyono ini, berkisah mengenai berbagai kegalauan dan kegetiran, saat hati harus terluka.

Sebuah Buku yang Terlahir dari Hati yang Terluka

Dikemas dengan apik dan menarik, buku karya gadis berusia 20 tahun ini menggambarkan berbagai sisi menarik dari indahnya patah hati. Aneka quotes sendu yang begitu mengena mengisi sebagian besar buku ini. Namun bukan hanya itu. Berbagai puisi dan cerpen-cerpen indah sekaligus menyakitkan juga mendapatkan porsinya di sini. Ilustrasi menarik yang dikemas full colour membuat pembaca akan semakin larut di dalamnya. Pasti, akan ada banyak orang yang bisa merelasikan dirinya, dengan sedikit banyak bagian di buku ini.

“It Hurst but It’s Okay” memang dikemas menggunakan Bahasa Inggris. Hal ini karena gadis kelahiran Jakarta, 25 Januari 1999 ini memang merasa lebih mudah mengekspresikan perasaannya dengan Bahasa Inggris. Beby memang lebih banyak berkomunikasi dalam Bahasa Inggris sejak kecil.

Seperti isi bukunya, demikian juga isi hati Beby Mulyono. Buku ini memang terlahir dari kegalauan hati gadis penyuka Drama Korea ini. Berawal dari sekadar oret-oretan untuk menumpahkan isi hati, sang Mama pun mendukung Beby untuk membukukan tulisan-tulisannya ini.

“It Hurts but It’s Okay” memang merupakan buku pertama Beby. Namun, gadis yang diikuti hampir 19 ribu followers di instagramnya ini, sudah tidak asing lagi dengan dunia kepenulisan. Beby beberapa kali menjadi co-writer dalam menulis naskah sinetron-sinetron terkenal. Beberapa di antaranya adalah : Nayla, Surga yang Tak Dirindukan (sinetron), Cinta di Langit Taj Mahal dll.

Lantas pesan apa yang bisa kita dapatkan dalam buku ini? Hal ini bisa digambarkan dengan satu kutipan dalam buku “It’s Hurts but It’s Okay” ini. In the end, everything will be okay. Buku ini akan menyemangati jiwa-jiwa pembaca yang galau. Bahwa rasa sakit itu bisa dinikmati. Harus dinikmati. Karena pada akhirnya, semua akan baik-baik saja.

Sosok Beby sendiri bukan hanya sebagai penulis. Dia merupakan social media influencer yang senang traveling dan seorang fashion enthusiast. Hal-hal menarik dari Beby bisa dilihat aktivitasnya di akun instragram https://www.instagram.com/xoxobeby

Lebih lanjut Beby pun menceritakan tentang proses buku It’s Hurts But It;s Okay pada video yang diambil dari channel youtube berikut ini.

Interview Beby Mulyono di wartabuana tentang buku “It Hurts But It’s Okay”

Leave a comment